Ada satu hal yang sering saya renungkan: mengapa semua perjalanan saya selalu kembali ke Karawang?
Di sinilah saya melihat petani di P4S Bale Pare mengolah tanah dengan semangat belajar.
Di sinilah saya mendengar suara-suara sederhana dari NH FM Karawang, radio komunitas yang mengudara bukan untuk popularitas, tapi untuk memberdayakan.
Di sinilah saya menyaksikan Karawang Info lahir — dari grup Facebook kecil menjadi gerakan sosial nyata.
📖 Dari pengalaman itu, saya sadar satu hal: Karawang adalah laboratorium hidup.
Di kota ini, saya belajar bahwa manajemen bukan hanya tentang perusahaan besar — tapi juga tentang desa, komunitas, dan orang-orang yang mengatur hidup mereka dengan cara mereka sendiri.
🌱 Dari Karawang lahir CBEM (Community-Based Entrepreneurial Management).
Bukan teori yang diimpor, bukan fotokopi dari Barat, tapi teori yang tumbuh dari tanah ini.
Dan saya percaya, jika sebuah teori lahir dari kearifan lokal yang kuat, ia bisa melangkah lebih jauh. Dari Karawang, ia bisa pergi ke desa-desa lain, ke kota-kota, bahkan ke luar negeri.
✨ Karawang mengajarkan saya sesuatu:
- Bahwa ide besar tidak harus lahir di kota besar.
- Bahwa desa-desa kecil bisa memberi pelajaran besar untuk dunia.
- Bahwa dari tanah yang sederhana, bisa lahir gagasan yang mengubah cara kita melihat manajemen.
📢 Tulisan ini saya tujukan untuk siapa pun yang mencintai daerahnya.
Jangan pernah remehkan tempat Anda berasal. Karena dari Karawang saya belajar, sebuah daerah bisa menjadi sumber teori, inspirasi, dan perubahan – untuk Nusantara, bahkan dunia.
Hubungi Kami