Sejak lama, ada satu cita-cita akademik yang terus saya doakan: menjadi Guru Besar.
Bukan karena ingin titel panjang di depan nama, bukan pula karena ingin posisi. Tapi saya ingin tahu — apa sebenarnya arti menjadi Guru Besar?
Apakah sekadar gelar tertinggi di dunia akademik? Atau ada makna yang lebih dalam?
📖 Saya percaya, Guru Besar bukan sekadar gelar.
Guru Besar adalah amanah.
Ia bukan puncak perjalanan, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Karena ketika seseorang dipanggil “Profesor”, maka ia juga dipanggil untuk:
- Mengajar dengan lebih tulus.
- Menulis dengan lebih jujur.
- Meneliti dengan lebih berani.
- Mengabdi dengan lebih ikhlas.
🌱 Menjadi Guru Besar berarti siap menjadi guru yang besar – dalam ilmu, sikap, dan hati.
Bukan besar karena jabatan, tapi karena pengaruh kebaikannya terasa luas.
✨ Setiap kali saya menulis buku, mendampingi desa, atau meneliti, saya membayangkan:
Jika suatu hari saya menjadi Guru Besar, apa yang akan saya tinggalkan?
Bukan hanya artikel Scopus atau angka kredit. Tapi:
- Teori yang bisa dipelajari orang lain.
- Buku yang mengalirkan ilmu.
- Inspirasi bagi dosen muda dan mahasiswa.
📢 Jadi untuk saya, Guru Besar adalah jalan pengabdian.
Dan jika Allah memberi saya jalan itu, saya ingin memastikan langkah saya bukan hanya untuk saya, tapi untuk siapa saja yang bisa mendapat manfaat dari ilmu ini.
Hubungi Kami