Oleh: Dr. H. Rohmat Sarman, S.E., M.Si.
Sebagai akademisi yang menggeluti bidang ekonomi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, saya percaya bahwa ilmu bukan hanya untuk ditulis di jurnal atau disampaikan di ruang kelas. Ilmu harus hidup, tumbuh di tengah masyarakat, dan memberi dampak nyata. Keyakinan inilah yang saya bawa ketika terlibat dalam sebuah proyek kolaboratif yang tidak biasa — produksi film dokumenter desa.
Film berjudul “Menanam Harapan: Dari Tanah Gabel untuk Masa Depan Desa” merupakan luaran dari pendampingan yang saya lakukan bersama warga Dusun Gabel, Desa Pasirkaliki, Karawang. Lewat media visual ini, kami tidak hanya merekam proses transformasi pekarangan menjadi lahan produktif, tapi juga merekam semangat kolektif warga — khususnya para perempuan — dalam membangun kemandirian pangan, ekonomi, dan sosial dari titik nol.
Yang menarik, inovasi yang mereka kembangkan bukan berbasis teknologi mahal, melainkan berakar pada kecerdasan lokal: limbah dapur diolah menjadi pupuk cair melalui metode “ember tumpuk” dan “tong biru”. Dari sini, tumbuhlah ekosistem mini yang mendukung prinsip ekonomi sirkular — di mana limbah menjadi sumber daya, dan pekarangan menjadi ruang produksi.
Peran saya dalam proyek ini adalah sebagai pendamping akademik, bukan pemimpin. Saya membawa sedikit teori dan metode, namun justru warga yang menghidupkannya menjadi aksi. Di sinilah saya melihat bahwa kemandirian desa tidak datang dari luar, melainkan dari dalam: dari halaman rumah, dari kebiasaan baru, dari keberanian untuk berubah.
Sebagai dosen, saya bangga film ini bukan hanya sekadar dokumentasi, tapi juga wujud tridarma: gabungan riset, pengabdian, dan edukasi publik. Ia dapat dinikmati masyarakat umum, sekaligus dikaji sebagai model pemberdayaan berbasis komunitas.
Keterlibatan dalam produksi film ini memperluas horizon saya sebagai akademisi — bahwa publikasi tidak selalu harus dalam bentuk teks ilmiah, dan pengaruh ilmuwan bisa hadir dalam bentuk narasi, gambar, dan emosi. Lewat sinema, kami menanam harapan; bukan hanya di tanah, tapi juga di benak para penonton.
🎯 Tentang Film
Judul: Menanam Harapan: Dari Tanah Gabel untuk Masa Depan Desa
Durasi: 8 menit 20 detik
Produksi: Tim Mandiri Desa Pasirkaliki – UNPAS
Fokus: Inovasi pertanian rumah tangga, ekonomi sirkular, peran perempuan desa
Submit: Delegasi Festival Film Desa Kemendes 2025


Hubungi Kami