Di tengah gelombang disrupsi digital dan krisis ekonomi yang menghantam banyak sektor, peran komunitas lokal sebagai benteng ketahanan ekonomi kian penting. Namun, tak cukup hanya dengan semangat. Dibutuhkan strategi, ilmu, dan pendampingan yang tepat agar potensi yang ada benar-benar mampu tumbuh. Di sinilah Dr. H. Rohmat Sarman, S.E., M.Si. hadir—bukan hanya sebagai akademisi, tapi sebagai jembatan antara teori dan realita, antara kampus dan komunitas.
Menyatukan Ilmu dan Aksi
Sebagai dosen dan Lektor Kepala di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan (UNPAS), Dr. Rohmat dikenal luas lewat pendekatannya yang membumi. Ia bukan tipikal akademisi yang hanya nyaman di ruang kuliah atau seminar. Ia turun langsung ke desa, ke komunitas, ke UMKM lokal. Baginya, ilmu manajemen tak cukup berhenti di slide PowerPoint. Ilmu harus hidup, bekerja, dan menyala di tengah masyarakat.
Melalui riset-risetnya tentang digitalisasi UMKM, motivasi kewirausahaan, hingga strategi pemberdayaan komunitas, Dr. Rohmat menghadirkan pendekatan baru yang kini dikenal sebagai manajemen kewirausahaan komunitas.
Apa Itu Manajemen Kewirausahaan Komunitas?
Berbeda dengan pendekatan bisnis konvensional yang fokus pada profit dan individualisme, kewirausahaan komunitas justru menekankan pada kolaborasi, nilai sosial, dan keberlanjutan. Ini bukan hanya soal mencari keuntungan, tapi bagaimana usaha bisa:
- Memberdayakan masyarakat
- Menghargai kearifan lokal
- Menggunakan teknologi secara inklusif
- Menumbuhkan solidaritas ekonomi
Dan yang lebih penting, bagaimana semua itu dikelola dengan prinsip-prinsip manajemen modern: perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan kepemimpinan yang adaptif.
Dari Karawang untuk Indonesia
Lahir dan besar di Karawang, Dr. Rohmat tidak lupa akar. Ia mendirikan KarawangInfo.com, sebuah platform media warga yang bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama. Di sana, ia menampilkan cerita-cerita inspiratif para pelaku usaha kecil, petani muda, pengrajin lokal, hingga pengusaha digital pemula.
Lewat media ini, ia menunjukkan bahwa setiap orang bisa tumbuh—asal diberi akses, ruang, dan semangat yang terus menyala.
Akademisi yang Tidak Takut Kotor
Di dunia akademik, namanya dikenal lewat publikasi dan seminar internasional. Namun di dunia nyata, ia juga dikenal sebagai orang yang tak segan duduk bersila di warung kopi, berdiskusi dengan petani, atau memandu pelatihan bisnis digital untuk ibu-ibu rumah tangga.
Melalui prinsip “Akademisi Turun ke Bumi”, ia mendorong agar ilmuwan dan dosen tidak hanya berbicara kepada sesama akademisi, tetapi menyapa mereka yang benar-benar membutuhkan ilmu: masyarakat.
Menjawab Tantangan Zaman Digital
Saat dunia berubah cepat, tantangan kewirausahaan komunitas pun makin kompleks. Dr. Rohmat mendorong digitalisasi berbasis nilai: memanfaatkan media sosial untuk promosi usaha, membangun marketplace lokal, bahkan mengintegrasikan teknologi dengan pesantren dan lembaga sosial.
Ia percaya, jika komunitas mampu menguasai teknologi dan memadukannya dengan nilai-nilai lokal—Indonesia akan menjadi kuat dari bawah.
Ilmu yang Memberdayakan
Dr. Rohmat Sarman mengajarkan kita bahwa ilmu bukan untuk dilanggengkan dalam menara gading. Ia untuk dibagikan. Untuk memerdekakan. Untuk memberdayakan.
Dan manajemen kewirausahaan komunitas adalah salah satu jalan—agar Indonesia tidak hanya tumbuh dari pusat, tetapi juga dari desa-desa, dari komunitas kecil, dari usaha mikro yang bermimpi besar.
Ditulis oleh: Tim Redaksi
Sumber: Wawancara, publikasi akademik, dan aktivitas sosial Dr. Rohmat Sarman
Website: www.rohmatsarman.com
Hubungi Kami