🔄 #SeriIlmiahMKK | Tahapan Model MKK dalam Praktik Desa: Dari Pemetaan ke Pembelajaran Kolektif
Oleh: Dr. H. Rohmat Sarman, S.E., M.Si.
Pembangunan berbasis komunitas tidak bisa dilakukan dengan model intervensi instan. Ia menuntut proses bertahap yang bersifat sosial, reflektif, dan partisipatif. Itulah sebabnya dalam penyusunan Model Manajemen Kewirausahaan Komunitas (MKK), saya merumuskan lima tahap strategis yang bersifat siklikal dan kontekstual—bukan linier seperti pendekatan manajemen korporasi.
Model ini saya uji dan kembangkan melalui praktik nyata di desa-desa seperti Pasirkaliki, melalui ruang-ruang komunitas seperti P4S Bale Pare, Radio NH FM Karawang, dan Karawang Info. Tahapan MKK dirancang untuk membangun bukan hanya usaha kolektif, tetapi juga struktur sosial pembelajar di tingkat komunitas.
1️⃣ Pemetaan Sosial: Menemukan Aset, Bukan Masalah
Tahap pertama bukan tentang identifikasi masalah, tetapi pemetaan kekuatan lokal: potensi warga, nilai sosial, sumber daya alam, dan inisiatif yang telah berjalan. Pendekatan ini berangkat dari paradigma appreciative inquiry—meyakini bahwa perubahan dimulai dari pengakuan terhadap kekuatan, bukan kekurangan.
Di Bale Pare, pemetaan dilakukan melalui forum warga, diskusi kelompok, dan observasi lapangan. Hasilnya: warga sendiri yang memetakan lahan kosong produktif, kader pelatihan, serta jaringan sosial yang siap digerakkan.

Hubungi Kami